<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116</id><updated>2011-12-15T21:58:31.152-08:00</updated><category term='wortel'/><category term='sayur'/><category term='kasih sayang ibu'/><category term='kasih ibu'/><category term='paedagogik'/><category term='anak'/><category term='kepribadian'/><category term='ibu'/><category term='cinta ibu'/><category term='antioksidan'/><category term='manfaat wortel'/><category term='anak dan ibu'/><category term='guru kreatif'/><category term='guru teladan'/><title type='text'>C Bee Learning Center</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>22</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-4067248767904544401</id><published>2011-06-02T23:23:00.000-07:00</published><updated>2011-06-02T23:29:21.011-07:00</updated><title type='text'>PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Latar Belakang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Bahasa sangat pentintg dalam kehidupan.  Dengan bahasa kita dapat menyampaikan keinginan pendapat dan perasaan.  Dengan bahasa pula kita dapat memahami dan mengetahui apa yang terjadi  di dunia dan lingkungan sekitar. Setiap orang memiliki kemampuan  berbahasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Seiring kita jumpai anak yang pandai  bercerita dengan susunan kalimat yang benar sehingga orang yang  mendengarkannya dapat menerima, memahami jalan cerita tersebut, ternyata  anak tersebut belum sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Namun, ketika anak mulai sekolah dan  mendapat pelajaran bahasa, keadaan menjadi terbalik. Bahasa yang semula  merupakan hal yang mudah dan mengasyikkan berubah menjadi pelajaran yang  sulit (Goodman, 1986). Orang tua mengeluh tentang anaknya yang mendapat  nilau kurang untuk pelajaran Bahasa Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Pelajaran bahasa yang seharusnya  menyenangkan dan mengasyikkan ternyata jauh dari harapan. Hal ini  disebabkan karena di sekolah bahasa diajarkan secara terpisah-pisah.  Terpisah maksudnya guru mengajarkan bahasa secara terpisah, misalnya  membaca diajarkan pada jam yang berbeda dengan menulis, demikian dengan  yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Di samping itu materi yang diajarkan  terlihat artifilasi dan tidak relevan dengan kehidupan siswa, sehingga  tidak menarik bagi siswa. Contoh pelajaran menulis, siswa diminta untuk  menulis karangan tentang kehidupan di laut, padahal mereka belum pernah  melihat laut, tentunya siswa akan kesulitan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Untuk memperbaiki pengajaran bahasa di  beberapa negara, seperti : Inggris, Australis, New Zealand, Kanada dan  AS mulai menerapkan pendekatan Whole Language pada sekitar tahun 80-an  (Routman, 1991). Whole Language adalah satu pendekatan pengajaran bahasa  yang menyajikan pengajaran bahasa secara utuh tidak terpisah-pisah.  Para ahli &lt;em&gt;Whole Language&lt;/em&gt; berkeyakinan bahwa bahasa merupakan  satu kesatuan (Whole) yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Oleh karena itu  pengajaran keterampilan berbahasa dan komponen bahasa seperti tata  bahasa dan kosa kata disajikan secara utuh bermakna dan dalam situasi  nyata atau autentik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Komponen-Komponen Whole Language&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Whole Language adalah cara untuk  menyatukan pandangan tentang bahasa, tentang pembelajaran dan tentang  orang-orang yang terlibat dalam pembelajara. Orang-orang yang dimaksud  adalah siswa dan guru. Whole Language dimulai dengan menumbuhkan  lingkungan dimana bahasa diajarkan secara utuh dan keterampilan bahasa  (menyimak, berbicara, membaca dan menulis) diajarkan secara terpadu.  Anda da[at mencoba menerapkannya dengan mengetahui komponen-komponen  yang tedapat dalam Whole Language.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menurut Routman (1991) dan Froese (1991) ada delapan komponen Whole Language, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Reading aloud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Journal writing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sustained silent reading&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Shared reading&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guided reading&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guided writing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Independent reading&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Independent writing&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Nah sekarang mari kita pelajari komponen Whole Language tersebut satu per satu. Mari kita mulai dengan reading aloud.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Reading aloud&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Reading aloud adalah kegiatan membaca  yang dilakukan oleh guru untuk siswanya. Guru dapat menggunakan bacaan  yang terdapat dalam buku teks atau buku cerita lainnya dan membacakannya  dengan suara keras dan intonasi yang baik sehingga setiap siswa dapat  mendengarkan dan menikmati ceritanya. Kegiatan ini sangat bermanfaat  terutama jika dilakukan di kelas rendah.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Manfaat yang didapat dari reading aloud,  antara lain : meningkatkan keterampilan menyimak, memperkaya kosa kata,  membantu meningkatkan membaca pemahaman, dan yang tidak kalah penting  adalah menumbuhkan minat baca pada siswa. Reading aloud juga dapat  dilakukan dan baik dilakukan di kelas tinggi. Reading aloud dilakukan  setiap hari saat mulai pelajaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Journal writing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Journal writing atau menulis jurnal. Bagi  guru yang menerapkan Whole Language, menulis jurnal adalah komponen  yang dapat dengan mudah diterapkan. Jurnal merupakan sarana yang aman  bagi siswa untuk mengungkapkan perasaannya, menceritakan kejadian di  sekitarnya, membeberkan hasil belajarnya, dan menggunakan bahasa dalam  bentuk tulisan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Menulis jurnal bukanlah tugas yang harus  dinilai namun guru berkewajiban untuk membaca jurnal yang ditulis anak  dan memberi komentar atau respons terhadap tulisan tersebut sehingga ada  dialog antara guru dan siswa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari kegiatan menulis jurnal ini. Manfaat tersebut, antara lain sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kemampuan menulis. Dengan menulis jurnal siswa akan  terbiasa mengungkapkan pikirannya dalam bentuk tulisan yang kemudian  membantunya untuk mengembangkan kemampuan menulis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kemampuan membaca. Siswa secara spontan akan membaca hasil tulisannya sendiri setiap ia selesai menulis jurnal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menumbuhkan keberanian menghadapi resiko. Menulis jurnal bukanlah  kegiatan yang harus dinilai maka siswa tidak perlu takut untuk berbuat  salah. Kesempatan ini dapat digunakan sebagai sarana untuk  bereksplorasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi kesempatan untuk membuat refleksi. Melalui jurnal siswa dapat merefleksi apa yang telag dipelajarinya atau dilakukannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memvalidasi pengalaman dan perasaan pribadi. Kejadian apa saja yang  dialami oleh siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dapat  diungkapkan dalam jurnal. Dengan menghargai apa yang ditulis siswa akan  membuat siswa merasa dihargai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan tempat yang akam dan rahasia untuk menulis. Terutama  untuk siswa kelas tinggi, jurnal adalah sarana untuk mengungkapkan  perasaan pribadi. Jurnal ini sering disebut diary atau buku harian.  Untuk jurnal jenis ini siswa boleh memilih apakah guru boleh membaca  jurnalnya atau tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kemampuan berpikir. Dengan meminta siswa menulis jurnal  berarti melatih mereka melakukan proses berpikir, mereka berusaha  mengingat kembali, memilih kejadian mana yang akan diceritakan, dan  menyusun informasi yang dimiliki menjadi cerita yang dapat dipahami  pembaca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kesadaran akan peraturan menulis. Melalui menulis  jurnal siswa belajar tata cara menulis, seperti penggunaan huruf besar,  tanda baca dan struktur kalimat (tata bahasa). Siswa juga mulia menulis  dengan menggunakan topik, judul, halaman, dan subtopik. Mereka juga  menggunakan bentuk tulisan yang berbeda, seperti dialog (percakapan) dan  cerita bersambung. Semua ini diajarkan tidak secara formal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi alat evaluasi. Siswa dapat melihat kembali jurnal yang  ditulisnya dan menilai sendiri kemampuan menulisnya. Mereka dapat  melihat komentar atau respons guru atas kemajuannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menjadi dokumen tertulis. Journal writing dapat digunakan siswa  sebagai dokumen tertulis mengenai perkembangan hidup atau pribadinya.  Setelah mereka dewasa, mereka dapat melihat kembali hal-hal apa yang  pernah anggap penting pada waktu dulu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sustained silent reading&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang ketiga  adalah sustained silent reading (SSR). SSR adalah kegiatan membaca dalam  hati yang dilakukan oleh siswa. Dalam kegiatan ini siswa diberi  kesempatan untuk memilih sendiri buku atau materi yang akan dibavanya.  Biarkan siswa untuk memilih bacaan yang sesuai dengan kemampuannya  sehingga mereka dapat menyelesaikan membaca bacaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Guru dapat memberi contoh sikap membaca  dalam hati yang baik sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan  membaca dalam hati untuk waktu yang cukup lama. Pesan yang ingin  disampaikan kepada siswa melalui kegiatan ini adalah :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Membaca adalah kegiatan penting yang menyenangkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca dapat dilakukan oleh siapapun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca berarti kita berkomunikasi dengan pengarang buku tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa dapat membaca dan berkonsentrasi pada bacaannya dalam waktu yang cukup lama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru percaya bahwa siswa memahami apa yang mereka baca.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa dapat berbagi pengetahuan yang menarik dari materi yang dibacanya setelah kegiatan SSR berakhir.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Shared reading&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang keempat  adalah shared reading. Shared reading ini adalah kegiatan membaca  bersama antara guru dan siswa dimana setiap orang mempunyai buku yang  sedang dibacanya. Kegiatan ini dapat dilakukan baik di kelas rendah  maupun di kelas tinggi. Ada beberapa cara melakukan kegiatan ini, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Guru membaca dan siswa mengikutinya (untuk kelas rendah).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru membaca dan siswa menyimak sambil melihat bacaan yang tertera pada buku.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa membaca bergiliran.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Maksud kegiatan ini adalah :&lt;/p&gt; &lt;ol style="text-align:justify;"&gt;&lt;li&gt;Sambil melihat tulisan, siswa berkesempatan untuk memperhatikan guru membaca sebagai model.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan kesempatan untuk memperlihatkan keterampilan membacanya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa yang masih kurang terampil dalam membaca mendapat contoh membaca yang benar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam hal ini, anda telah melakukan  shared reading. Sebaiknya anda meneruskan kegiatan ini dengan melibatkan  keterampilan lain, seperti berbicara dan menulis agar kegiatan Anda  menjadi kegiatan berbahasa yang utuh dan riel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Guided reading&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang kelima  adalah guided reading. Tidak seperti pada shared reading, dimana guru  lebih berperan sebagai model dalam membaca, dalam guided reading atau  disebut juga membaca terbimbing, guru menjadi pengamat dan fasilitator.  Dalam guided reading semua siswa membaca dan mendiskusikan buku yang  sama. Guru melemparkan pertanyaan yang meminta siswa menjawab dengan  kritis, bukan sekedar pertanyaan pemahaman. Kegiatan ini merupakan  kegiatan membaca yang penting dilakukan di kelas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Guided writing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang keenam  adalah guided writing atau menulis terbimbing. Dalam menulis terbimbing  peran guru adalah sebagai fasilitator, membantu siswa menemukan apa yang  ingin ditulisnya dan bagaiman menulisnya dengan jelas, sistematis dan  menarik. Guru bertindak sebagai pendorong bukan pengatur, sebagai  pemberi saran bukan pemberi petunjuk. Dalam kegiatan ini proses writing,  seperti memilih topik, membuat draft, memperbaiki, dan mengedit  dilakukan sendiroi oleh siswa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Independent reading&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang ketujuh  adalah independent reading. Independent reading atau membaca bebas  adalah kegiatan membaca, dimana siswa berlesempatan untuk menentukan  sendiri materi yang ingin dibacanya. Membaca bebas merupakan bagian  integral dari Whole Language. Dalam independent reading siswa  bertanggung jawab terhadap bacaan yang dipilihnya sehingga peran guru  pun berubah dari seorang pemrakarsa, model, dan pemberi tuntunan menjadi  seorang pengamat, fasilitator, dan pemberi respons. Menurut penelitian  yang dilakukan Anderson dkk (1988), membaca bebas yang diberikan secara  rutin walaupun hanya 10 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan  membaca pada siswa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Dalam memperkenalkan buku, sebaiknya anda  juga membahas tentang pengarang dan ilustrator yang biasanya tertuis di  halaman akhir. Jika tidak ada keterangan tertulis tentang pengarang  atau ilustrator, anda paling tidak dapat menyebutkan nama-nama mereka  atau tambahkan sedikit informasi yang anda ketahui. Hal ini penting  dilakukan agar siswa sadar, bahwa sesungguhnya buku itu ditulis oleh  manusia bukan mesin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Buku yang dibaca siswa untuk independent  reading tidak selalu harus didapat dari perpustakaan sekolah atau kelas  atau disiapkan guru. Siswa dapat saja mendapatkan buku daru berbagai  sumber seperti perpustakaan kota/kabupaten, buku-buku yang ada di rumah,  di toko buku, pinjam teman atau dari sumber lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Independent writing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Komponen Whole Language yang kedelapan  adalah independen writing atau menulis bebas, bertujuan untuk  meningkatkan kemampuan menulis, meningkatkan kebiasaan menulis, dan  meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Dalam menulis bebas siswa  mempunyai kesempatan untuk menulis tanpa ada intervensi dari guru. Siswa  bertanggung jawab sepenuhnya dalam proses menulis. Jenis menulis yang  termasuk dalam independent writing antara laian menulis jurnal, dan  menulis respons.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Jangan mencoba menerapkan semua komponen  sekaligus karena akan membingungkan siswa. Contoh dengan satu komponen  dulu dan perhatikan hasilnya. Jika siswa telah terbiasa menggunakan  komponen tersebut kemudian mencoba lagi menerapkan komponen yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ciri-Ciri Kelas Whole Language&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ada tujuh ciri yang menandakan kelas  Whole Language. Pertama, kelas yang menerapkan Whole Language penuh  dengan barang cetakan. Barang-barang tersebut tergantung di dinding,  pintu, dan furniture. Label yang dibuat siswa ditempel pada meja,  kabinet, dan sudut belajar. Poster hasil kerja siswa menghiasi dinding  dan bulletin board. Karya tulis siswa dan chart yang dibuat siswa  menggantikan bulletin board yang dibuat guru. Salah satu sudut kelas  diubah menjadi perpustakaan yang dilengkapi berbagai jenis buku.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kedua, di kelas Whole Language siswa  belajar melalui model atau contoh. Guru dan siswa bersama-sama melakukan  kegiatan membaca, menulis, menyimak, dan berbicara. Over Head Projector  (OHP) dan transparansi digunakan untuk memperagakan proses menulis.  Siswa mendengarkan cerita melalui tape recorder untuk mendapatkan contoh  membaca yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketiga, di kelas Whole Language siswa  bekerja dan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya. Agar siswa dapat  belajar sesuai dengan tingkat perkembangannya maka di kelas tersedia  buku dan materi yang menunjang.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Keempat, dikelas Whole Language siswa  berbagi tanggung jawab dalam pembelajaran. Peran guru di kelas Whole  Language lebih sebagai fasilitator dan siswa mengambil alih beberapa  tanggung jawab  yang biasanya dilakukan guru. Siswa membuat kumpulan  kata (words banks), melakukan brainstorming dan mengumpulkan fakta.  Pekerjaan siswa ditulis pada chart dan terpampang di seluruh ruangan.  Siswa menjaga kebersihan dan kerapian kelas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kelima, di kelas Whole Language siswa  terlibat secara aktif dalam pembelajaran bermakna. Siswa secara aktif  terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang membantu mengembangkan rasa  tanggung jawab dan tidak tergantung. Siswa terlibat dalam kegiatan  kelompok kecil atau keinginan individual.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Keenam, di kelas Whole Language siswa  berani mengambil resiko dan bebas bereksperimen. Guru di kelas Whole  Language menyediakan kegiatan belajar dalam berbagai tingkat kemampuan  sehingga semua siswa dapat berhasil. Hasil tulisan siswa dipajang tanpa  ada tanda koreksi. Contoh hasil kerja setiap siswa terpampang di seputar  ruang kelas.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Ketujuh, di kelas Whole Language siswa  mendapat balikan (feedback) positif baik dari guru maupun temannya. Ciri  kelas Whole Language, bahwa pemberian feedback dilakukan dengan segera.  Meja ditata berkelompok agar memungkinkan siswa berdiskusi,  berkolaborasi, dan melakukan konferensi. Konferensi antara guru dan  siswa memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penilaian diri dan  melihat perkembangan diri. Siswa yang mempresentasikan hasil tulisannya  mendapatkan respons positif dari temannya. Hal ini dapat membangkitkan  rasa percaya diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;D. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penilaian dalam Kelas Whole Language&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Di dalam kelas Whole Language, guru  senantiasa memperhatikan kegiatan yang dilakukan siswa. Secara informal,  selama pembelajaran berlangsung, guru memperhatikan siswa menulis,  mendengarkan siswa berdiskusi baik dalam kelompok ataupun diskusi kelas.  Ketika siswa bercakap-cakap dengan temannya atau dengan guru, penilaian  juga dilakukan, bahkan guru juga memberikan penilaian saat siswa  bermain selama waktu istirahat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align:justify;"&gt;Kemudian, penilaian juga berlangsung  ketika siswa dan guru mengadakan konferensi, guru memberikan penilaian  pada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain penilaian informal, penilaian juga  dilakukan dengan menggunakan portofolio. Portofolio adalah kumpulan  hasil kerja siswa selama kegiatan pembelajaran. Dengan portofolio  perkembangan siswa dapat terlihat secara otentik.&lt;/p&gt;Sumber : &lt;a href="http://cs0506.wordpress.com/2010/11/27/pendekatan-whole-language-dalam-pembelajaran-bahasa/#comment-50http://"&gt;Back To Schooll &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-4067248767904544401?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/4067248767904544401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=4067248767904544401' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/4067248767904544401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/4067248767904544401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/06/pendekatan-whole-language-dalam.html' title='PENDEKATAN WHOLE LANGUAGE DALAM PEMBELAJARAN BAHASA'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-4749253337444731483</id><published>2011-04-17T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-04-27T17:12:05.438-07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Pendirian TK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-3NzLVXbNy2Y/TavWEfF_Y2I/AAAAAAAAAG8/ihaKi0ToGV8/s1600/0781.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-3NzLVXbNy2Y/TavWEfF_Y2I/AAAAAAAAAG8/ihaKi0ToGV8/s320/0781.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596802334492418914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!----&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Pengajuan Permohonan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;1. Pengajuan usul pendirian dan penyelenggaraan TK disampaikan kepada Sudin Dikdas Kodya melalui Kasi Dinas Dikdas Kecamatan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sebelum awal tahun ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penyelenggaraan Sekolah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Sekolah swasta didirikan oleh suatu badan penyelenggara berbentuk yayasan atau badan bersifat sosial dan terdaftar pada Dinas Bintal dan Kesejahteraan Sosial serta mencantumkan azas Pancasila pada anggaran dasarnya.&lt;br /&gt;2. Mempunyai program Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPSI) yang jelas, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan ciri khasnya : Program jangka pendek adalah program untuk jangka waktu 1 (satu) tahun pelajaran, sementara Program jangka panjang adalah program pengembangan sekolah untuk waktu minimal 3 (tiga) tahun berikutnya, program untuk menjaga kesinambungan sekolah itu sendiri.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kurikulum dan ketentuan lain yang ditetapkan dan disahkan oleh Pemerintah sesuai satuan pendidikan yang akan diselenggarakan.&lt;br /&gt;4. Memenuhi persyaratan teknis administratif dan teknis edukatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Umum :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki Akte dan struktur organisasi yayasan&lt;br /&gt;2. Memiliki hasil studi kelayakan yang mendukung dan disahkan oleh Kasudin Dikdas Kodya&lt;br /&gt;3. Memiliki calon tenaga kependidikan&lt;br /&gt;4. Memiliki rekening sumber dana untuk anggaran operasional&lt;br /&gt;5. Mempunyai IMB sekolah/surat perjanjian (kontrak) sewa/hak pakai bangunan gedung sekolah&lt;br /&gt;6. Tidak menempati atau menggunakan fasilitas gedung milik Pemerintah&lt;br /&gt;7. Membuat pernyataan tertulis akan mentaati ketentuan/peraturan yang berlaku tentang penyelenggaraan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan Khusus :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki calon peserta didik sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang&lt;br /&gt;2. Memiliki tenaga keterampilan yang terdiri dari Kepala Sekolah dan sekurang-kurangnya 1 (satu) Guru Tetap yang berkependidikan minimal berijazah DII bidang pendidikan&lt;br /&gt;3. Memiliki sarana dan prasarana tempat bermain dan ruang sudut&lt;br /&gt;4. Jarak lokasi dengan TK yang berada di sekitar lingkungannya kurang lebih berjarak radius 500 meter&lt;br /&gt;5. Ekstra kurikuler jika ada) dilaksanakan dengan tidak mengurangi jam belajar sesuai kurikulum yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tata Cara Pendirian :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Yayasan/Badan Penyelenggaramengajukan permohonan pendirian sekolah kepada Suku Dinas Pendidikan Dasar Kodya melalui Kasi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan disertai persyaratan yang lengkap.&lt;br /&gt;2. Kasi Dinas Pendidikan Dasar Kecamatan bersama pengawas TK/SD Kecamatan menelaah berkas permohonan dan menyampaikan berkas permohonan dan rekomendasi kepada Suku Dinas Pendidikan Dasar Kodya&lt;br /&gt;3. Dalam memberikan rekomendasi permohonan pendirian TK yang dimaksud Kasi Dinas Dikdas Kecamatan mempertimbangkan pemetaan TK yang telah ada di sekitarnya.&lt;br /&gt;4. Suku Dinas Pendidikan Dasar Kodya berdasarkan rekomendasi dan hasil telaah tersebut menetapkan pendirian dan persetujuan penyelenggaraan TK dengan Surat Keputusan Suku Dinas Pendidikan Dasar Kodya atas nama&lt;br /&gt;5. Persetujuan oleh Kepala Suku Dinas Dikdas Kodya diberikan secara tertulis dan dikirimkan secara resmi kepada pemohon/penyelenggara sekolah disertai dengan alasan/pertimbangan penolakan dengan tembusan kepada Kasubdin persekolahan yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berkas untuk mengajukan permohonan :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Pertimbangan/alasan pendirian Taman Kanak-Kanak (disahkan oleh Ketua Yayasan)&lt;br /&gt;2. Program Kerja Yayasan (disahkan oleh Ketua Yayasan)&lt;br /&gt;3. Akte Pendirian Yayasan (foto copy dari yang asli)&lt;br /&gt;4. Struktur dan personaloa organisasi Yayasan saat ini (disahkan oleh Ketua Yayasan)&lt;br /&gt;5. Surat pernyataan sanggup melaksanakan kurikulum TK&lt;br /&gt;6. Surat keterangan status gedung dan tanah yang resmi&lt;br /&gt;7. Gambar situasi tanah dan denah gedung (disahkan oleh Ketua Yayasan)&lt;br /&gt;8. Struktur Organisasi TK (disahkan oleh Kepala TK)&lt;br /&gt;9. Surat Pengangkatan Kepala TK dan Guru (foto copy dari yang asli)&lt;br /&gt;10. Daftar riwayat hidup Kepala TK,Guru, dan Petugas Tata Usaha&lt;br /&gt;11. Daftar nama personalia TK dalam tugasnya&lt;br /&gt;12. Data siswa saat ini (nama dan keterangan lengkap)&lt;br /&gt;13. Daftar inventaris TK (diketahui Kepala TK)&lt;br /&gt;14. Terdaftar di Dinas Sosial&lt;br /&gt;15. Tata Tertib Taman Kanak-Kanak (disahkan oleh Kepala TK)&lt;br /&gt;16. Laporan bulanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;Sumber : http://bintangbangsaku.com/artikel/2009/02/tata-cara-pendirian-tk.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-4749253337444731483?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/4749253337444731483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=4749253337444731483' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/4749253337444731483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/4749253337444731483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/04/tata-cara-pendirian-tk.html' title='Tata Cara Pendirian TK'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-3NzLVXbNy2Y/TavWEfF_Y2I/AAAAAAAAAG8/ihaKi0ToGV8/s72-c/0781.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-5475937235981493879</id><published>2011-04-07T19:42:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T20:00:11.058-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih sayang ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak dan ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kasih ibu'/><title type='text'>Ketulusan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-XZsLx8sbTYg/TZ55Cp-8GmI/AAAAAAAAAG0/jJA658-cM7c/s1600/ibu.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-XZsLx8sbTYg/TZ55Cp-8GmI/AAAAAAAAAG0/jJA658-cM7c/s320/ibu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593040873777273442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kala itu, Ku tuangkan beberapa untaian  kata yang memberi motivasi kepadaku untuk tetap ingat kepada sosok  yng kini telah pergi. Inilah yang ku tulis, yang ku adaptasikan dari  sebuah buku motivasi dan tulisan seorang Guru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;.............&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Seorang  pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang  akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempat  tinggalnya. Kemudian keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis  kecil berdiri di trotoar sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyai  kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, ” saya ingin membeli setangkai  bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus ,  sedangkan harga bunga itu seribu rupiah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pria itu tersenyum dan berkata, ” ayo ikut, aku akan membelikannmu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bunga yang kau mau.” Kemdian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesan karangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bunga untuk di kiirimkan ke ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Ketika  selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis  kecil itu pulang kerumahnya. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, ”  Ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saaya?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kemudian  mereka berdua menuju ketemapat yang ditunjukan oleh si gadis kecil itu,  yaitu pemakaman umum. Setelah sampai ketujuan gadis kecil itu  meletakkan bunga di atas pemakaman yang masih basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Melihat  hal ini hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas  ia kembali ke toko tadi dan membatalakan pengirimannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ia mengambil karangan bunga yang di pesannya dan mengantarkan sendiri bunga untuk ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Apa  yang ada dalam pikiran Anda setelah membaca kalimat demi kalimat di  atas, pastilah sama dengan apa yang ada dalam pikiran saya setelah saya  menulis kalimat tersebut., yakni ingat akan satu sosok malaikat yang di  kirimkan Allah untuk menjaga , melindungi dan mengasihi kita. Bahkan  memberi nyanyian penghibur, &lt;span style=""&gt;tersenyum untuk kita setiap saat, dan kita akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;,  memberi sebagian dirinya dikala kita haus, mengajarkan do’a agar kita  dekat denganNya. Dialah sosok tua yang tak kenal lelah, tanpa pamrih  tanpa memberi catatan harga apapun yang di lakukan untuk kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Mari kita coba untuk kembali mengingat apa yang di korbankan untuk kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Renungilah ......., ingatlah wajahnya .............. sapalah namanya dalam do’a walau ia tidak di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Waktu kamu berumur 1&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 2&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 4&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; tahun, dia memberimu pensil warna ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu berumur 7 tahun,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 10&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;  tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai ke  supermarket ... sebagai balasannya ... kamu keluar mobil tanpa memberi  salam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 13 tahun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya … sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 15 tahun,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; pulang kerja dia ingin memelukmu ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;waktu kamu berumur 18&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Waktu kamu berumur 19&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; tahun&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Waktu kamu berumur 20 tahun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih. Pingin tau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;urusan anak muda.“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Waktu kamu berumur 25&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 200 km.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Waktu kamu berumur 30&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt; tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu ..... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda.“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu sudah jadi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;PEGAWAI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, dia menelponmu untuk di antar ke acara syukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah satu saudara dekatmu ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Banyak kerjaan kantor“&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Waktu kamu berumur 35 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;sebagai balasannya ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;dan hingga SUATU HARI, dia &lt;b&gt;&lt;i&gt;meninggal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan tenang ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;dan tiba-tiba kamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;HATIMU bagaikan pukulan &lt;b&gt;GODAM&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;MAKA ..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA.. INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kala waktu mulai mendesak…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kututup tulisanku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kuuntai kata-kata.dalam kenangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kutemukan jawabannya…….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;KETULUSAN SEORANG IBU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;...........&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kupersembahkan buat Anakku Tercinta, Fathurrohman, Fayadh Tsauqi dan si kecil cantik Nauroh Nadzifah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Sayangilah Ummi, sebagaimana Ummi telah menyayangi kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Buat Ummi TERIMAKSIH, kau sosok IBU idaman tak sedetikpun kau palingkan perhatian dari Anak-anak. Kau singkirkan kesibukkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;demi perhatian penuh pada anak tercinta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;TERIMAKSIH YA ROBBI KAU TELAH BERIKAN SEORANG IBU YANG PENUH KASIH SAYANG YANG KINI TELAH PERGI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;DAN KINI KAU HADIRKAN SEORANG ISTRI YANG BAIK DAN KELUARGA YANG PENUH KASIH SAYANG. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-5475937235981493879?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/5475937235981493879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=5475937235981493879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5475937235981493879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5475937235981493879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/04/ketulusan-seorang-ibu.html' title='Ketulusan Seorang Ibu'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-XZsLx8sbTYg/TZ55Cp-8GmI/AAAAAAAAAG0/jJA658-cM7c/s72-c/ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-223085561692508941</id><published>2011-04-03T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-03T20:15:06.155-07:00</updated><title type='text'>Surat Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/FbqDqFEvxtI?fs=1" allowfullscreen="" width="480" frameborder="0" height="295"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khazanah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-223085561692508941?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/223085561692508941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=223085561692508941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/223085561692508941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/223085561692508941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/04/surat-seorang-ibu.html' title='Surat Seorang Ibu'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/FbqDqFEvxtI/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-2069062208079367031</id><published>2011-03-30T23:37:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T23:37:27.729-07:00</updated><title type='text'>Renungan Ibu</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/RHW-OwoDuDk?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khazanah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-2069062208079367031?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/2069062208079367031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=2069062208079367031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2069062208079367031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2069062208079367031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/03/renungan-ibu.html' title='Renungan Ibu'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/RHW-OwoDuDk/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-8887359757046392422</id><published>2011-03-25T17:06:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T17:06:12.136-07:00</updated><title type='text'>Nasyid Saujana</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/80N79zZ7hV0?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khazanah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-8887359757046392422?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/8887359757046392422/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=8887359757046392422' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/8887359757046392422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/8887359757046392422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/03/nasyid-saujana.html' title='Nasyid Saujana'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/80N79zZ7hV0/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-2392467515138136409</id><published>2011-03-25T16:34:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T16:36:56.970-07:00</updated><title type='text'>Hijjaz - Kau Sahabat Kau Teman</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/NcEyGU8eB2M?fs=1" allowfullscreen="" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-2392467515138136409?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/2392467515138136409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=2392467515138136409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2392467515138136409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2392467515138136409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/03/hijjaz-kau-sahabat-kau-teman.html' title='Hijjaz - Kau Sahabat Kau Teman'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/NcEyGU8eB2M/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3324019170706298328</id><published>2011-03-07T22:01:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T22:58:58.269-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kepribadian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='guru kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='paedagogik'/><title type='text'>Menjadi Guru Teladan Bukan Guru Telatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-jlpa_BX22vo/TXXHffHHmZI/AAAAAAAAAGQ/cYZXFFpxU48/s1600/pribadi-teladan.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-jlpa_BX22vo/TXXHffHHmZI/AAAAAAAAAGQ/cYZXFFpxU48/s320/pribadi-teladan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581586656936827282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari berkaca pada diri dan orang lain, kadang   seorang guru telah merasa dirinya sudah paling bagus, paling super,   paling berhasil dalam mengajar diantara teman teman di sekolah di mana   guru tersebut berada. Indikator yang mudah ditemukan adalah ketika   kumpul sesama guru yang sifatnya non formal, sering terlontar walau tida semua tentunya bahwa   dirinyalah yang paling bagus dalam mengajar, dirinyalah yang paling   menguasai dalam materi pembelajaran, dirinyalah yang paling baik dalam   mencetuskan ide, dirinyalah yang paling bisa dalam mengatasi masalah   siswa nakal, siswa pandai, dan masih banyak lagi yang lain. Memang tidak   dipungkiri bahwa setiap orang (termasuk guru) memiliki kecenderungan merasa lebih, mengunggulkan dirinya dibanding dengan teman atau orang   lain. Relatif sedikit guru yang menyadari bahwa dirinya mempunyai banyak   kekurangan.  Cerita-cerita di depan kelas ketika mengajar juga   mengindikasikan kecenderungan untuk sombong di hadapan para siswanya.   Banyak di temukan disadari atau tidak guru merasa tidak bersalah saat anak didiknya mendapatkan nilai rendah, sebelum melakukan introspeksi diri guru langsung menyalahkan anak didiknya dengan berbagai hal, tidak belajarlah, tidak memperhatikan saat di kelas, tidur malam dan lain sebagainya. Padahal belum tentu itu semua benar justru sang guru harus melihat dirinya terlebih dahulu, mungkin saja anak mendapatkan nilai rendah karena cara mengajar guru yang tidak baik, penyampaian materi yang monoton dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ada beberapa aspek yang perlu di perhatikan oleh guru di anatarnya adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Paedagogis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada aspek ini, guru dituntut untuk mengetahui teori belajar, teori   mengajar, teori perkembangan jiwa anak, juga dituntut untuk memahami   kurikulum yang berlaku terutama yang menyangkut arah pembelajaran dan   semangat kurikulum yang berlaku saat itu. Hal lain yang perlu di miliki adalah guru harus mampu&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;merencana pembelajaran,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melaporan pelaksanaan pembelajaran,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendata hasil evaluasi pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mendata analisis hasil evaluasi dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;melaporkan program tindak lanjutnya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Profesional&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada apek ini, guru dituntut untuk menguasai materi pelajaran sesuai   yang dikehendaki dan diamanatkan oleh kurikulum, tentu berkaitan dengan   bidang ajar yang digelutinya, sesuai dengan mata pelajaran yang   diampunya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sosial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aspek ini sangat banyak indikatornya. Sering dan tidaknya guru diberi   tugas di sekolah yang tercermin pada banyak dan tidaknya SK penugasan   kepala sekolah pada guru tersebut, bagaimana peran guru di lingkungan   tempat tinggalnya (biasanya dibuktikan dengan surat keterangan Kepala   Keluranan) apakah menjadi ketua RT, ketua RW, penasehat RT penasehat RW,   anggota/pengurus Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), atau  Lembaga  Pemberdayaan Masyarakat Kota (LPMK), anggota/pengurus Badan  Keswadayaan  Masyarakat (BKM), atau jabatan lain di lingkungan tempat  tinggalnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kepribadian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang guru  tentu tidak lepas dari kepemilikan kemantapan   dan kematangan kepridadian. Indikator aspek ini diuji melalui wawancara   dan tes tertulis. Bagaimana cara berpenampilan i,   bagaimana cara berbicara dihadapan siswa, bagaimana   cara menolak atau menyanggah atau berargumentasi . &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Lain-lain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karya Ilmiah, adalah aspek hal yang penting, bagaimana guru harus mampu maenulis, menganalisa berbagai kejadian terutama di dalam kelas. Satu lagi yang tidak   kalah pentingnya untuk dikuasai oleh guru adalah   hafal, mengerti, dan memahami peraturan dan perundangan dan kebijakan   tentang pendidikan di Indonesia. SEMOGA KITA MENJADI GURU TELADAN BUKAN MENJADI GURU TELATAN.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : http://demo.jatindo.com/paketsekolah/kurikulum/jsit.html dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3324019170706298328?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3324019170706298328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3324019170706298328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3324019170706298328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3324019170706298328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2011/03/bagaimana-menjadi-guru-tauladan.html' title='Menjadi Guru Teladan Bukan Guru Telatan'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-jlpa_BX22vo/TXXHffHHmZI/AAAAAAAAAGQ/cYZXFFpxU48/s72-c/pribadi-teladan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3815820231699096860</id><published>2010-12-12T21:32:00.000-08:00</published><updated>2010-12-22T05:38:36.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sayur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='manfaat wortel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='antioksidan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wortel'/><title type='text'>MANFAAT  WORTEL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/TQWxU4f3PPI/AAAAAAAAAFw/kCeNCmuD8h0/s1600/wortel1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 135px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/TQWxU4f3PPI/AAAAAAAAAFw/kCeNCmuD8h0/s320/wortel1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550037088125533426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Wortel&lt;/b&gt; &lt;i&gt;(Daucus carota)&lt;/i&gt; merupakan tumbuhan sayur berwarna oranye dan bentuknya memanjang, serta salah satunya meruncing. Tumbuhan ini ditanam sepanjang tahun. Wortel tumbuh Terutama di daerah pegunungan yang memiliki suhu udara dingin dan lembab, kurang lebih pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;Tumbuhan wortel membutuhkan sinar matahari dan dapat tumbuh pada semua musim. Wortel mempunyai batang daun basah yang berupa sekumpulan pelepah (tangkai daun) yang muncul dari pangkal buah bagian atas (umbi akar), mirip daun seledri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wortel dikenal memiliki kandungan Vitamin A yang sangat tinggi, selain itu juga memiliki unsur lain seperti kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, dan besi.&lt;br /&gt;Wortel (Daucus carota) sangat bagus bagi tubuh manusia, terutama anak-anak, karena mengandung beta karoten. Pilihlah wortel yang intinya kecil dan berwarna muda karena menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar. Wortel mempunyai khasiat yang jarang kita tahu lho, antara lain: &lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" align="right" border="0" cellpadding="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 3.75pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;1. &lt;b&gt;Baik Untuk Penglihatan dan Imunitas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Wortel merupakan jenis sayuran terpopuler kedua setelah kentang. Wortel mengandung vitamin A yang tinggi. Vitamin A dan Beta karoten kadang-kadang diresepkan untuk hal yang sama, karena beta karoten di dalam tubuh dikonversi menjadi vitamin A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;b&gt;Mencegah kanker&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penelitian dari National Cancer Institute mengaitkan kandungan tinggi beta karoten dengan pencegahan kanker, karena sifat antioksidannya yang melawan kerja destruktif sel-sel kanker. Di samping itu beta karoten membantu sistem kekebalan tubuh yang menghasilkan 'killer cell' alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;b&gt;Mencegah rabun senja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karoten juga baik untuk kesehatan mata. Membantu mencegah terjadinya rabun senja dan memperbaiki penglihatan yang lemah. Kekurangan vitamin A atau yang dikenal dalam istilah kedokteran sebagai Avitaminosis A dapat menyebabkan buta ayam atau rabun senja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;b&gt;Menurunkan kolesterol darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di dalam wortel juga terkandung pectin yang baik untuk menurunkan kolesterol darah. Serat yang tinggi juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya konstipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;b&gt;Mencegah Stroke&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Khasiat antistroke timbul karena aktivitas beta karoten yang mencegah terjadinya plak atau timbunan kolesterol dalam pembuluh darah. Beta karoten merupakan pigmen paling aktif apabila dibandingkan dengan alpha dan gamma karoten. Biasanya beta karoten lebih dikenal sebagai provitamin A yang akan menjadi vitamin A pada dinding usus halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;b&gt;Mengatasi kandungan kulit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti jerawat, bengkak bernanah ataupun kulit kering. Masalah-masalah tersebut biasa timbul karena diet dan kebiasaan minum alkohol, obat-obatan, dan rokok, sehingga menimbulkan kondisi asam yang tinggi dalam darah, kesemuanya dapat dicegah dengan rutin minum jus wortel.&lt;br /&gt;7. &lt;b&gt;Membantu menetralkan asam dalam darah dan menghilangkan toksin dalam tubuh&lt;/b&gt; Adanya kandungan kalium dalam wortel. Wortel mentah atau dimasak merupakan sumber kalium dan vitamin C. Mendapatkan dan mengonsumsi wortel sangatlah mudah, dapat dicampur berbagai variasi makanan, minuman jus ataupun suplemen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Ternyata dari alam banyak yang dapat kita manfaatkan kan… . salah satunya dengan mengkonsumsi wortel, nah…mulai sekarang lebih baik kalo kita mencegah daripada mengobati. Wortel yang kita kenal sebagai sayuran, ternyata bisa menjauhkan kita dari kematian lho!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sumber&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: http://kagakribet.com/health.php?id=e3yo38772720&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pokok bayam merah adalah dari tumbuhan keluarga Amaranthacea. Nama saintifiknya adalah Amaranthacea Gangeticus. Nama Inggrisnya adalah Red Spinach. Ia adalah pokok berbunga tahunan yang mempunyai bunga ungu gelap.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bayam berasal dari Amerika tropik. Hingga sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5 – 2 m dpl, tumbuh didaerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bayam yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan (bayam sekul) terdapat 3 varietas bayam yang termasuk kedalam Amaranthustricolor, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Bayam hijau biasa, bayam merah (blitum rubum) yang berwarna hijau keputih – putihan.&lt;br /&gt;2. Daun dan batang bayam merah mengandung cairan warna merah. Selain A. Tricolor terdapat bayam jenis lain.&lt;br /&gt;3. Bayam kakap (A. Hybridus) bayam duri (A. Spinosus) dan bayam kotok / bayam tanah (A Blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. Tricocor dan A. Hybridus sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Panen bayam cabut paling lama dilakukan selama 25 hari. Setelah itu kualitasnya akan menurun karena daunnya menjadi kaku. Bayam dapat disayur bening, dibuat gado – gado, pecal atau direbus untuk lalap. Kadang – kadang, daun bayam yang muda dan lebar digunakan pula sebagai bahan rempeyek.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kandungan&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tanaman ini banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A,B dan C). Secara umum tanaman ini dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah memiliki khasiat sebagai obat untuk disentri. Dibawah ini ada tabel kandungan zat makanan bayam merah :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Fungsi Sebagai Obat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bayam digunakan untuk membantu melancarkan proses buang air besar karena kandungan seratnya cukup banyak. Makanan berserat seperti bayam, baik bagi penderita kanker usus besar, kencing manis, koleterol tinggi dan untuk menurunkan berat badan. Kegunaan bayam merah antara lain :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;* Dapat meningkatkan kerja ginjal dan bisa bersihkan darah sehabis bersalin.&lt;br /&gt;Jika Anda ingin meningkatkan kerja ginjal, membersihkan darah sehabis bersalin maka konsumsilah bayam dalam bentuk sayur bening.&lt;br /&gt;* Anemia.&lt;br /&gt;Cuci 2 genggam daun bayam merah, tumbuk hingga halus, tambahkan 1 sdm air jeruk nipis lalu saring. Kemudian tambahkan 1 sdm madu dan sebutir telur ayam kampung, aduk hingga rata. Minumlah ramuan ini 1 kali sehari selama seminggu. Selanjutnya pengobatan dapat dilakukan&lt;br /&gt;2 x seminggu hingga penyakit sembuh.&lt;br /&gt;* Disentri. Cuci 10 batang akar bayam merah sampai bersih, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan     garam halus seujung sendok teh dan aduk rata lalu saring. Minumlah air saringan tersebut sekaligus.&lt;br /&gt;* Mempekuat Akar Rambut.&lt;br /&gt;Cuci bersih seikat bayam segar, lalu tumbuk hingga halus. Tambahkan garam seujung sendok teh sambil diaduk rata, selanjutnya peras dan saring. Lalu minumlah sekaligus, lakukanlah hal demikian 2 – 3 kali seminggu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/bayam-merah-dengan-segudang-manfaat"&gt;http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/bayam-merah-dengan-segudang-manfaat&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3815820231699096860?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3815820231699096860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3815820231699096860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3815820231699096860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3815820231699096860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/12/manfaat-wortel.html' title='MANFAAT  WORTEL'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/TQWxU4f3PPI/AAAAAAAAAFw/kCeNCmuD8h0/s72-c/wortel1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-6974137512973417230</id><published>2010-11-10T16:00:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T16:06:33.914-08:00</updated><title type='text'>HATI - HATI DENGAN FOTO ANDA</title><content type='html'>&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Agus/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Agus/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.png" alt="" /&gt;&lt;p&gt;Teknologi zaman sekarang begitu pesat perkembangan, semua bisa di  rekayasa, mulai dari blog, friendster, twitter, facebook dll. Kita  biasanya dengan mudah memasukan photo di dalam situs – situs tersebut.  mungkin penggunaan photo di friendster, facebook, blog dll untuk  mengetahui bagaimana face si empunya blog.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi tidak semua di dunia internet sekarang “orang baik” , kadang  kala ada orang iseng di sana, mulai dari menghack email, account  friendster, facebook.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu juga photo, dengan aplikasi photoshop kita dengan mudah  mengganti muka seseorang dengan orang lain, contohnya afwan jiddan  seorang akhwat di poto tidak berbusana, dan begitu juga seorang miyabi  di edit menjadi berjilbab….&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;contohnya ini :&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;&lt;img class="aligncenter" title="miyabimariaozawa" src="http://citraputra.files.wordpress.com/2009/10/miyabimariaozawa.jpg?w=190&amp;amp;h=265&amp;amp;h=265" alt="miyabimariaozawa" width="190" height="265" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;nah itulah photo hasil sotoshope&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi bagi yang akhwat harap hati – hati memasang photo di account  anda, siapa tau suatu saat photo anda terpampang di situs dewasa.&lt;/p&gt;Co-Paste : &lt;a href="http://citraputra.wordpress.com/2009/10/15/alasan-kenapa-tidak-bole-memajang-foto-di-internet-for-akhwat/"&gt;http://citraputra.wordpress.com/2009/10/15/alasan-kenapa-tidak-bole-memajang-foto-di-internet-for-akhwat/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ruangmuslim.com/blog-ruangmuslimers/17-opini/1988.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-6974137512973417230?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/6974137512973417230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=6974137512973417230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/6974137512973417230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/6974137512973417230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/11/hati-hati-dengan-foto-anda.html' title='HATI - HATI DENGAN FOTO ANDA'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-5634907617216653592</id><published>2010-03-24T16:33:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T16:58:39.738-07:00</updated><title type='text'>Kepada Saudariku Para Muslimah Kami Iri Pada Kalian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S6qkcbBoHsI/AAAAAAAAAFg/H4glqgozSIY/s1600/image001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 309px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S6qkcbBoHsI/AAAAAAAAAFg/H4glqgozSIY/s320/image001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452351107083280066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat negara itu diserang oleh &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; dalam perang tahun 2006 lalu. Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan Islam. Karena di luar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk "Kepada Saudariku Para Muslimah";&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Ditengah serangan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; ke Libanon dan "perang melawan teror" yang dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap rumah di AS. Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu bukan sekedar kecantikan fisik semata. Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian yang tetap terpancar dari wajah kalian. Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan korupsi moral.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Perangkap Setan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;img src="http://mail.google.com/a/ypmd.org/?ui=2&amp;amp;ik=56c4ca7825&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1278ed0da8f373dc&amp;amp;attid=0.2&amp;amp;disp=emb&amp;amp;realattid=0.2&amp;amp;zw" border="0" width="370" height="260" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Hollywood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; dan bukan dari jet-jet tempur atau tank-tank buatan Amerika. Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang telah menjadi korban seirus dari pengaruh jahat mereka. Apa yang kalian lihat dan keluar dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Hollywood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; adalah sebuah paket kebohongan dan penyimpangan realitas. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Hollywood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; menampilkan seks bebas sebagai sebuah bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka. Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, sebagian besar dari kami tidak bahagia. Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi begitu saja. Orang-orang seperti di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Hollywood&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt; hanya ingin menghancurkan keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak. Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang telah tertipu. Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih "seksi" daripada model pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti sebuah "misteri" dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para muslimah. Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya. Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatian banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung. Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;img src="http://mail.google.com/a/ypmd.org/?ui=2&amp;amp;ik=56c4ca7825&amp;amp;view=att&amp;amp;th=1278ed0da8f373dc&amp;amp;attid=0.1&amp;amp;disp=emb&amp;amp;realattid=0.3&amp;amp;zw" border="0" width="370" height="271" /&gt;Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya. Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang itu akan selalu bersama kita. Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya. Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai. Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk mencintai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10pt;"  &gt;Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tidak tergantikan seperti kehormatan saya semula. Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang tidak bersikap dewasa. Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami. Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian. Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan berhati-hatilah !. (ln/iol)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/muslimah/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/muslimah/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian.htm&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-5634907617216653592?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/5634907617216653592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=5634907617216653592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5634907617216653592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5634907617216653592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/03/httpwwweramuslimcommuslimahkepada.html' title='Kepada Saudariku Para Muslimah Kami Iri Pada Kalian'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S6qkcbBoHsI/AAAAAAAAAFg/H4glqgozSIY/s72-c/image001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3620622713361790355</id><published>2010-03-04T20:04:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T21:07:26.068-08:00</updated><title type='text'>PERJALANAN MENUJU SYAHADAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S5CQ_e-arNI/AAAAAAAAAFA/ajSjWIKSOMc/s1600-h/000637.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S5CQ_e-arNI/AAAAAAAAAFA/ajSjWIKSOMc/s320/000637.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445011369811946706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ASY-SYAHID (Insya Allah) "SOFYAN"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;(Syuhada Indonesia Pertama Yang Syahid Di Afghanistan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas :&lt;br /&gt;Nama (alias) : SOFYAN&lt;br /&gt;Asal : Tasikmalaya, Jawa Barat&lt;br /&gt;Syahid di : (Dekat Jalalabad), Prov. Nanggrahar – Afghanistan&lt;br /&gt;Tahun : + 1991&lt;br /&gt;Pendidikan : Akademi Militer Mujahidin Afghanistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syahid Sofyan (begitulah nama aliasnya, nama aslinya = ?), seorang ikhwan yang berasal dari Tasikmalaya yang pada tahun 1989 bersama dengan 2 orang rekannya yang juga berasal dari daerah Jawa Barat berangkat ke Afghanistan, lewat Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah termasuk salah seorang dari + 30 orang kadet yang belajar di Akademi Militer Mujahidin Afghanistan, yang semula milik sebuah tandzim (organisasi) Al-Ittihad Islamy, pimpinan Syekh Abdur Robbi Rasul Sayyaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA). Pribadinya biasa-biasa saja, bahkan di komunitasnya saat itu dia dikenal sebagai seorang pencanda (periang), banyak bicara dan suka humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribath Yang Pertama Dan Terakhir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan di Akademi Militer Afghanistan harus dilewati dalam waktu sekitar 18 bulan, dengan 3 semester. 4 bulan dalam setiap semester adalah waktu efektif belajar. Sedang 2 bulan adalah masa liburan. Kebiasaan yang berlaku adalah ketika tiba masa liburan, diadakanlah program Ribath di beberapa daerah perang di Afghanistan. Namun sayang tidak semuanya mendapat giliran untuk diikutkan dalam program tersebut. Biasanya kalau masih duduk di semester pertama hanya mendapat tugas tinggal di Akademi saja selama masa liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Asy-Syahid sudah duduk di semester ke-2, dan dia telah menjalani waktu belajar selama 4 bulan kedua, maka tibalah saat masa liburan. Mas'ul Akademi kembali membuat program Ribath. Para kadet dibagi menjadi beberapa kafilah dengan tujuan berbeda, diantaranya ke Logar, Nanggrahar, Ghazni, Turgor. Sedang Asy-Syahid tergabung bersama kafilah yang akan berangkat ke daerah Nanggrahar. Kami (saya dan Asy-Syahid serta beberapa ikhwan) yang berada dalam satu kafilah yang berjumlah + 8 orang berangkat pada permulaan waktu masuk musim panas. Dan biasanya masa liburan itu selalu bertepatan dengan musim panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syahid asalnya adalah seorang yang periang suka bercanda, banyak omong. Entah mengapa semenjak berada di jabhah,beliau berubah menjadi seorang pendiam, dan sangat rajinn membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat, ketika sehabis makan siang, As-Syahid yang berada di dalam gua, sedang membaca Al-Qur'an. Kemudian tiba-tiba dari atas terdengar bunyi suara pesawat (MIG) melintas di atas, yang ketinggiannya cukup tinggi. Lalu secara tiba-tiba menjatuhkan bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua tempat kami berlindung tertutup asap dan debu. Setelah asap dan debu itu hilang, maka nampaklah Asy-Syahid terduduk dengan leher yang hampir terbelah diagonal melintas ke dada, Darah mengucur dari tubuhnya. Kami pun menghampiri dan ternyata beliau sudah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/1985/asy-syahid-sofyan-syuhada-indonesia-pertama-yang-syahid-di-afghanistan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3620622713361790355?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3620622713361790355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3620622713361790355' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3620622713361790355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3620622713361790355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/03/perjalanan-menuju-syahadah.html' title='PERJALANAN MENUJU SYAHADAH'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/S5CQ_e-arNI/AAAAAAAAAFA/ajSjWIKSOMc/s72-c/000637.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-8017843071533489701</id><published>2010-01-28T21:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T21:39:03.207-08:00</updated><title type='text'>Kisah di hutan belantara</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CAgus%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Helvetica; 	panose-1:2 11 6 4 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536902279 -2147483648 8 0 511 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: center;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0); font-family: trebuchet ms;font-size:180%;" &gt;KISAH DI HUTAN BELANTARA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;"&gt;Hampir delapan puluh tahun setelah dikembanggkannya tes kecerdasan yang pertama yakni IQ, psikolog Harvard , &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Gardner&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; mempersoalkan peneletian kecerdasan yang diyakini masyarakat pada saat itu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="FI"&gt;Dia mengatakan bahwa penafsiran kecerdasan di kebudayaan kita terlalu sempit. Sebagai gantinya, dalam bukunya Frames of Mind ( Gardner 1083 ) dia mengemukakan sekuarng-kurangnya ada tujuh kecerdasan dasar. Belum lama berselang dia menambahkan kecerdasan yang ke delapan dan membahas kemungkinan adanya kecerdasan yang kesembilan ( Gardner 1999b ).&lt;br /&gt;Kedelapan kecerdasan tersebut adalah ;&lt;br /&gt;1. Kecerdasan Linguistik&lt;br /&gt;2. Kecerdasan Mamtematis-Logis&lt;br /&gt;3. Kecerdasan Spasial&lt;br /&gt;4. Kecerdasan Kinestetik-jasmani&lt;br /&gt;5. Kecerdasan Musikal&lt;br /&gt;6. Kecerdasan Intrpersonal&lt;br /&gt;7. Kecerdasan Intrapersonal&lt;br /&gt;8. Kecerdasan Naturalis&lt;br /&gt;+ Kecerdasan Spiritual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan jika kecerdasan ini ditumbuhkan, dikembangkan dan dilibatkan dalam proses pembelajaran, maka sangat meningkatkan efektifitas dan hasil pembelajaran. Tentang kecerdasan ini sudah banyak buku-buku yang telah diterbitkan sehingga kita mudah mencari referensi tentang kecerdasan tersebut. Pada buku ini saya akan mencoba menjelasan dari sisi dimana kecerdasan ini dapat di aplikasikan pada saat guru mengajar sehingga proses belajar mengajar akan lebih bermakna.&lt;br /&gt;Di bawah ini saya tuliskan suatu kisah fiktif. Kisah sekelompok hewan di hutan belantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di Hutan Belantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah hutan belantara tinggal berbagai macam binatang, dari mulai hewan kecil sampai hewan besar. Mereka hidup rukun dan damai. Mereka hidup sesuai kebiasaan mereka masing-masing, sampai suatu ketika seekor singa si raja hutan menyampaikan idenya. Seluruh satwa dikumpulkan dan si raja hutan pun menyampaikan gagasannya, “ wahai seluruh penghuni hutan sudah saatnya kita melakukan sesuatu yang dapat memberikan perubahan terhadap kehidupan kita, kita harus mampu menguasai berbagai keterampilan, tidak hanya satu keterampilan yang kita miliki. Si elang tidak hanya pandai terbang, si kucing tidak hanya pandai berlari, tapi kita semua dapat melakukan apa saja yang kita ingin lakukan, dapat terbang, dapat berenang dapat berlari atau mendaki. Aku akan membuat sebuah sekolah yang bernama sekolah satwa.”. semua hewan bersorai sorai menyambut gagasan si raja hutan tersebut, walau di antara mereka masih ada yang nampak bingung bagaimana hal itu bisa dilaksanakan. Setelah itu semua kembali bubar. Sambil menuju tempatnya masing-masing, mereka tidak henti-hentinya membicarakan apa yang baru mereka dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="FI"&gt; Pada saat yang telah ditentukan semua hewan berkumpul kembali. Sang raja hutanpun di bantu burung hantu membagi kelompok untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;Semua tampak antusias untuk mengikuti sekolah satwa tersebut, mereka mengikuti intruksi yang diberikan si raja hutan. Dari setiap perwakilan hewan di pilih satu ekor hewan sebagai guru untuk setiap kelas, ada kelas terbang, kelas mendaki, kelas berenang, kelas berlari dan lainnya. Semua hewan harus masuk ke semua kelas dan di atur berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;Hari pertama semua hewan tampak bergembira karena mereka sudah dapat membayangkan bagaimana seandai mereka bisa terbang, berenang, berkicau dan lainnya.&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya ada beberapa hewan yang mulai bingung dan cenderung diam. Hari itu si kucing masuk ke ruang kelas berenang. Kucing sudah mencoba mengikuti petunjuk bebek yang begitu semangat membimbingnya. Tapi kucing tampak kesulitan sehingga pelajaran berenang di jadikan PR oleh si bebek. Di kelas lain si elang terlihat kesulitan, ia harus mengikuti kelas melompat yang di bimbing si katak. Beberapa kali ia mencoba tapi ia gagal terus, bukannya melompat tapi ia terbang karena sayapnya selalu reflek mengepak pada saat kakinya tidak menapak di tanah. Ia pun purtasi. Pengalaman tersebut tidak hanya di alami oleh kucing dan elang tapi juga di alami oleh hewan lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="FI"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;Bebek bingung karena ia harus belajar terbang, mendaki dan melompat. Si kura-kura harus belajar berlari dan berkicau, si ayam harus belajar mengaum seperti harimau, si gajah harus belajar merayap...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;Itulah hari demi hari tampak diwajah para penghuni hutan tersebut terlihat murung dan bingung. Setiap hari ia harus belajar apa yang selama ini tidak pernah di lakukannya, sehingga banyak menyita waktu mereka untuk melakukan aktifitas sebagaimana mereka lakukan sebelum bersekolah. Elang tidak pernah lagi mencoba untuk terbang, bebek lupa bagaimana ia berenang, si kucing enggan untuk berlari,, si burung ........ tidak lagi berkicau, moyetpun malas untuk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;melompat dari ranting ke ranting lainnya, ayam tak pernah berkotek dia sibuk mempelajari bagaimana suaranya biar seperti harimau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family: Helvetica;" lang="SV"&gt; Sebulan telah dilaksanakan, penghuni hutan semakin bingung dan akhirnya mereka sepakat untuk bertemu dengan singa si raja hutan, untuk menyampaikan keluhannya. Semua hewan berkumpul. Beruang mencoba untuk mulai berbicara. Dia menyampikan apa yang ia rasakan selama ini, dilanjutkan dengan beberapa hewan lainnya, monyet, ayam, gajah, ular menyampiakan hal yang sama. Si raja hutanpun mendengarkan dengan seksama dan ia sedikitpun tidak membantah apalagi marah, karena ia pun mersakan hal yang sama. Setelah semua berbicara singa pun berkata.” wahai hewan penghuni hutan aku sudah mendengar keluhan kalian, apa yang kalian rasakan sesungguhnya akupun merasakannya. Untuk itu mulai hari ini sekolah satwa di tutup, kembalilah kalian dengan aktifitas sebagaimana kalian belum bersekolah. Kita semua memiliki potensi dan keterampilan masing-masning. Jaga dan rawatlah keahlian kalian masing-masing. Aku sudah rindu mendengar kicauan burung-burung yang selama ini hilang suaranya, aku rindu melihat elang terbang tinggi di awan, aku rindu melihat sahabatku monyet melompat dari ranting ke ranting lainnya. Demikian akhirnya sekolah tersebut di tutup dan semua tampak bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah ini membawa inspirasi bagi anda para guru. Betapa pentingnya mengetahui kelebihan dan kekurangan anak didik kita. Selamat dan sukses untuk guru Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Genius Learning Strategi, penulis Adi W.Gunawan&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-8017843071533489701?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/8017843071533489701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=8017843071533489701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/8017843071533489701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/8017843071533489701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/01/kisah-di-hutan-belantara.html' title='Kisah di hutan belantara'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3566581887488361784</id><published>2010-01-28T21:12:00.001-08:00</published><updated>2010-01-28T21:12:55.794-08:00</updated><title type='text'>Fish</title><content type='html'>&lt;div&gt;Sesungguh Allah meniptakan berbagai makhluk yang beragam dan tak terbatas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://widgets.clearspring.com/o/48cfe5b37f644537/4b626e56e3513fe5/48cfe5b37f644537/59394e80/widget.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3566581887488361784?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3566581887488361784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3566581887488361784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3566581887488361784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3566581887488361784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2010/01/fish.html' title='Fish'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-7546021746849311570</id><published>2009-10-28T19:11:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T19:13:27.084-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;SEBUAH  RENUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapakah manusia yang lebih kasih dari Rasulullah SAW ?&lt;br /&gt;Masih adakah pemimpin seperti Umar r.a yang mau berkeliling mencari rakyatnya yang masih lapar di malam hari ?&lt;br /&gt;Tersisakah sosok seperti Abu Bakar r.a yang masih berdagang untuk menghidupi keluarganya meski baru dilantik sebagai pemimpin umat Islam seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang takdir kita untuk menghadapi semua problem ini.  Tapi ini kesempatan untuk meraih prestasi.  Meski amal bagai sebutir pasir, bukankah bangunan kokoh tetap membutuhkannya ???&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-7546021746849311570?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/7546021746849311570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=7546021746849311570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/7546021746849311570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/7546021746849311570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/10/sebuah-renungan.html' title='Sebuah Renungan'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-2913410398680622793</id><published>2009-09-01T19:47:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T19:54:15.368-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/Sp3eGyo2efI/AAAAAAAAAEs/RzWQkfq76qg/s1600-h/muslimah1a.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5376697738403936754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/Sp3eGyo2efI/AAAAAAAAAEs/RzWQkfq76qg/s320/muslimah1a.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;Molly Carlson Sembunyi-Sembunyi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;........&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Bulan Ramadan tahun 2005, Molly Carlson baru tujuh bulan menjadi seorang muslimah. Saat itu ia masih tinggal bersama ibunya dan belum punya keberanian untuk menceritakan keislamannya. Jadilah Ramadan tahun 2005 itu menjadi Ramadan tak terlupakan bagi Molly, karena ia harus sembunyi-sembunyi berpuasa karena khawatir ketahuan sang ibu.&lt;br /&gt;"Waktu itu saya sudah bekerja dengan jam kerja penuh sehingga saya bisa berpuasa saat tidak berada di rumah. Saya memberitahu boss saya bahwa saya berpuasa beserta alasanya. Saat jam makan siang, saya menyelinap ke ruang salat dan mendengarkan ceramah agama dan berusaha melupakan betapa hausnya saya siang itu," ungkap Molly mengenang puasa Ramadan pertamanya.&lt;br /&gt;Hal yang paling berat bagi Molly adalah saat sahur, karena ia harus mencari alasan yang rasional bagi ibunya mengapa ia harus bangun jam empat dinihari, memasak dan makan kecuali ia harus menjelaskan bahwa ia sedang berpuasa Ramadan sebagai seorang muslim.&lt;br /&gt;Untuk menghindari pertanyaan ibunya, Molly akhirnya membeli persediaan air galon, roti, selai kacang dan kue kering oatmeal. Makanan-makanan itu ia bungkus dalam satu kantong plastik besar dan ia sembunyikan di kolong tempat tidurnya.&lt;br /&gt;"Saya memasang alarm agar terbangun pada waktu sahur. Begitu alarm berbunyi, saya membuka makanan-makanan itu, memakannya. Saat waktu subuh, saya ke kamar mandi untuk wudhu. Semuanya saya lakukan pelan-pelan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan ibu saya," tutur Molly.&lt;br /&gt;"Tapi beberapa kali ibu saya bangun dan memergoki saya. Dan saya berusaha meyakinkannya dengan mengatakan bahwa saya agak susah tidur malam itu," sambungnya.&lt;br /&gt;Saat berada di kantor, Molly tidak menemui kendala berarti saat menjalankan ibadah puasa. Petang hari, saat waktu berbuka, Molly bersama beberapa temannya berbuka puasa di masjid dan menunaikan salat tarawihnya di masjid itu. Persoalan kembali datang saat hari libur pada akhir pekan.&lt;br /&gt;"Ibu saya akan memperhatikan mengapa saya tidak makan siang dan tidak mau sarapan pagi bersamanya. Pernah dua kali saya terpaksa membatalkan puasa karena keluarga kami mengadakan perayaan dan saya tidak bisa menghindar," ujar Molly.&lt;br /&gt;"Tapi Allah Maha Tahu dan Maha Penyayang. Di bulan Ramadan, saya sering menghabiskan hari-hari saya dengan satu keluarga asal Pakistan. Hubungan kami sudah dekat, mereka sangat baik dan memberikan semangat pada saya seperti anak perempuan mereka sendiri," ungkap Molly.&lt;br /&gt;Hari terus berganti. Tak terasa, bulan Ramadan sudah memasuki 10 hari terakhir. Ketika itu Molly harus mengantarkan ibunya ke rumah sakit untuk menjalani pembedahan rutin. Di dalam kendaraan sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Molly gelisah untuk segera menceritakan pada ibunya bahwa sekarang ia seorang muslim. Molly takut sesuatu yang buruk menimpa ibunya saat menjalani operasi dan ibunya tidak pernah tahu puterinya sudah pindah agama ke Islam, sesuatu yang penting diketahui sang ibu.&lt;br /&gt;Molly akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya dalam perjalanan itu. Tapi di luar dugaan, sebelum Molly sempat mengatakan apapun, ibunya tiba-tiba berkata,"Tak perlu menceritakannya padaku, kamu seorang muslim bukan?" tanya sang ibu.&lt;br /&gt;Molly syok mendengarnya. Ibunya mengatakan bahwa dirinya sudah menduga bahwa Molly sudah masuk Islam. Meski tidak terlalu menyukainya, Ibu Molly menyatakan menghormati keputusan itu dan akan tetap mencintai Molly sebagai puterinya.&lt;br /&gt;"Sejak hari itu, ibu menjadi segalanya buat saya. Ia mendukung semua keputusan saya dan selalu berada di samping saya dalam situasi apapun," ujar Molly bahagia.&lt;br /&gt;Sepuluh hari terakhir Ramadan dijalani Molly dengan lebih mudah. Ia tak perlu sembunyi-sembunyi lagi saat sahur. Kadang sang ibu ikut membantu menyiapkan makanan untuk berbuka puasa Molly. Pada hari raya Idul Fitri, ibunya juga menyampaikan ucapa selamat.&lt;br /&gt;"Butuh waktu beberapa tahun buat saya untuk memberitahu seluruh keluarga bahwa saya seorang muslim. Syukurlah mereka semua menerimanya dengan terbuka. Pada akhirnya, orang yang bagi saya paling penting mengetahui saya seorang muslim adalah ibu saya," tandas Molly.(ln/iol) Sumber &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;http://www.eramuslim.com/&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-2913410398680622793?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/2913410398680622793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=2913410398680622793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2913410398680622793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2913410398680622793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/09/molly-carlson-sembunyi-sembunyi.html' title=''/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/Sp3eGyo2efI/AAAAAAAAAEs/RzWQkfq76qg/s72-c/muslimah1a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-6184099431523115090</id><published>2009-08-24T17:32:00.001-07:00</published><updated>2009-08-24T18:34:06.073-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;KISAH SEORANG &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;ADIK DAN KAKAKNYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Sebuah Kisah untuk kita renungkan dan jadikan motivasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.&lt;br /&gt;Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul ! Kamu pencuri tidak tahu malu!” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. ” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampaike tahun ketiga (di universitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!&lt;br /&gt;Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah bross. Ia memakaikannya pada jilbabku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika saat aku membawa temanku ke rumah. Rumah kelihatan bersih di mana-mana. Setelah temanku pulang, aku mencari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskansedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.&lt;br /&gt;Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Beberapa kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu saja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi selain kedua orang tuamu?” Tanpa banyak berpikir ia menjawab, “Kakakku.”&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.&lt;br /&gt;“Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....................................&lt;br /&gt;Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, … tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan saudara dan keluarga kita. Ayah ibu do'akan kami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;( Kiriman saudaraku di Al Irsyad Surabaya )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-6184099431523115090?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/6184099431523115090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=6184099431523115090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/6184099431523115090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/6184099431523115090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/08/sebuah-kisah-untuk-kita-renungkan-dan.html' title=''/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-761377727454423464</id><published>2009-07-20T18:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-20T19:01:03.930-07:00</updated><title type='text'>Book Review</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Bagaimana Cara Mengajar Anda Memperoleh &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Penghargaan &lt;/span&gt;dari Atasan dan Rekan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan lengkap bagaimana melejitkan Diri Anda dalam Mengajar CERDAS, KREATIF dan Profesional &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang telah Anda lakukan untuk mencetak anak Anda menjadi cerdas, kreatif dan jenius ? Sudahkah Anda melakukan tindakan nyata untuk mengembangkan potensi diri yang Anda miliki ? &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Referensi Bagi Guru Bijak Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Telah terbit, sumber referensi bagi semua guru Indonesia dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Panduan ini dapat dengan mudah untuk di aplikasikan. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Para Guru Indonesia ........&lt;br /&gt;Sudah barang tentu kita sebagai pendidik ingin mewujudkan anak didik kita menjadi bermanfaat baik bagi diri, keluarga maupun masyarakat di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya, bagaimana cara mencetak anak cerdas, kreatif dan tentunya bermanfaat bagi kehidupannya kelak tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itulah pertanyaan semua guru dan orang tua. Mudah-mudahan dengan membaca buku saya tsb, Anda mendapatkan sedikit secercah harapan mewujudkan hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Manfaat yang akan Anda dapatkan di buku &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;Classroom Management tsb antara lain : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;· Mengetahui langkah praktis karaketistik anak.&lt;br /&gt;· Mengetahui kecerdasan majemuk anak&lt;br /&gt;· Mengetahui bagaimana otak bekerja.&lt;br /&gt;· Mendapatkan pedoman aneka permainan yang bisa meningkatkan motivasi belajar anak.&lt;br /&gt;· Mengetahui bagaimana cara mengatur tata ruang kelas yang efektif&lt;br /&gt;· Dan banyak lagi..... &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Bagaimana Anda mengetahui karakter anak didik Anda, bagaimana cara menghidupkan kelas yang Anda kelola ?&lt;br /&gt;Saya akan memberitahukan kepada Anda bagaimana cara mengetahui karakter dan menghidupkan kelas Anda.&lt;br /&gt;Mungkin sering kali Anda mendapatkan kesulitan bagaimana mengatur posisi meja kursi yang ideal, permainan yang tepat untuk meningkatkan minat belajar anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Penuh Ukhuwah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dedih Suryadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-761377727454423464?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/761377727454423464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=761377727454423464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/761377727454423464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/761377727454423464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/07/book-review.html' title='Book Review'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-5240371627233580864</id><published>2009-05-10T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T19:14:07.217-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SgeDvEryaGI/AAAAAAAAAEg/cBA1e0EdyHo/s1600-h/1534.JPG"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anda Berkesempatan Untuk Menulis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan kesibukan saya di 2 bulan yang akan datang, maka saya mohon maaf untuk beberapa saat up grading blog &lt;strong&gt;Khazanah&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; kemungkinan terlambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan peluang kepada Anda yang memilki kreatifitas dalam menulis dan ingin beramal dalam rangka memotivasi diri dan para pembaca.&lt;br /&gt;Silahkan kirimkan naskah Anda ke alamat email saya : &lt;a href="mailto:dedih.cbee@gmail.com"&gt;mailto:dedih.cbee@gmail.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketentuan :&lt;br /&gt;1. Isi naskah memberikan manfaat dan motivasi untuk kebaikan pembaca.&lt;br /&gt;2. Sertakan nama , alamat dan tempat kerja Anda ( jika Anda bekerja )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:130%;"&gt;Salam Penuh &lt;span style="color:#333399;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Berkah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dedih Suryadi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-5240371627233580864?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/5240371627233580864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=5240371627233580864' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5240371627233580864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/5240371627233580864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/05/anda-berkesempatan-untuk-menulis.html' title=''/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3328482056847202279</id><published>2009-05-06T16:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T16:59:49.658-07:00</updated><title type='text'>Ketulusan Seorang Guru</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SgIj_gqLUkI/AAAAAAAAAEY/Rl9_wsm6-EA/s1600-h/guru.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332864482765656642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 251px; CURSOR: hand; HEIGHT: 211px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SgIj_gqLUkI/AAAAAAAAAEY/Rl9_wsm6-EA/s320/guru.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Pak MAHMUD SEORANG KEPALA SEKOLAH, MENJADI PEMULUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://erander.files.wordpress.com/2007/04/teaching.gif&amp;amp;imgrefurl=http://kaurnews.com/kaur-masih-butuh-500-guru&amp;amp;usg=__O1n5luNL08tFDSVo1SEVTY9P3lg=&amp;amp;h=361&amp;amp;w=351&amp;amp;sz=8&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=3&amp;amp;tbnid=85Hn98ziZeS8YM:&amp;amp;tbnh=121&amp;amp;tbnw=118&amp;amp;prev=/images%3Fq%3Dguru%26gbv%3D2%26hl%3Did"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup, tak selamanya bisa memilih. Itulah yang dirasakan Pak Mahmud, seorang guru, bahkan kini menjadi kepala sekolah salah satu sekolah agama di Cengkareng, Jakarta Barat. Ia seperti hidup di antara dua dunia yang sangat berbeda,&lt;br /&gt;menjadi guru di satu saat, dan karena alasan ekonomi menjadi pemulung sampah di saat lain.&lt;br /&gt;Inilah potret nyata kehidupan guru di tanah air.&lt;br /&gt;Matahari perlahan mulai menampakan sinarnya, dan pagi kembali datang. Akupun kembali membuka lembaran hidup dari gubukku yang sederhana ini. Namaku Mahmud. seperti hari-hari sebelumnya, di pagi buta, aku sudah melangkahkan kaki pergi mengajar di sekolah Madrasah Sanawiyah Safinatul Husnah, tak jauh dari tempatku tinggalku di Jalan Bambu Larangan RT 03 RW 05 Cengkareng Barat, Jakarta Barat, jadi aku cukup berjalan kaki untuk ke sana.Sudah 32 tahun aku menekuni profesi ini, persisnya sejak aku berusia 14 tahun. Ya, sejak muda, aku memang bercita-cita menjadi guru, profesi yang pekerjaannya sangat mulia menurutku. Apalagi kini aku dipercaya menjadi kepala sekolah. Aku senang, pengabdianku telah berbuah manis.&lt;br /&gt;Menjadi guru, bukanlah pekerjaan mudah, apalagi menjadi kepala sekolah. Tanggungjawabnya sangat besar, tak hanya harus mampu menjadi teladan tapi juga harus menyiapkan bekal mutu dan moral bagi murid-murid kami, generasi penerus bangsa ini. Karena itu hampir setiap upacara sekolah, saat menjadi inspektur upacara, aku coba tanamkan nilai-nilai luhur itu.&lt;br /&gt;Meski menjadi kepala sekolah, aku tetap mengajar, matematika dan ppkn, pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. jujur, Ada dua alasan mengapa aku tetap melakukannya. Pertama karena aku memang senang mengajar. Aku juga tak ingin ilmu matematika yang kudapat dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jakarta menjadi tak terpakai. Dan kedua, karena alasan ekonomi. Aku masih membutuhkannya sebagai sumber tambahan. image&lt;br /&gt;Menjadi guru, sekali lagi, memang sangat berat, setidaknya sampai saat ini. Penghasilan yang didapatkan, sangat tak sebanding dengan karya kami untuk bangsa ini. Tapi aku, dan juga mereka yang telah memilih pekerjaan ini tak boleh mundur. Ada tanggung jawab besar di pundak kami.&lt;br /&gt;Berkumpul dengan keluarga adalah saat terindah dalam hidupku. Bersama mereka aku bisa melupakan semua persoalan yang membebaniku, terutama setiap kali melihat senyum di wajah Jumiati, isteriku. Maklum, sudah dua tahun terakhir ini dia sakit-sakitan, dan aku terus memikirkannya.&lt;br /&gt;Sebagai kepala rumah tangga, beban di pundakku sebenarnya sangat berat. Ibarat bangunan, aku tak ubahnya seperti tiang yang harus berdiri kokoh, jika tak ingin seluruh bangunan roboh. Bukan maksudku berkeluh kesah, tapi penghasilanku sebagai guru, meski kini telah menjadi kepala sekolah, sangatlah kecil. Aku buka saja, penghasilanku dari sekolah sekitar 500 ribu rupiah. Bisa apa dengan uang itu dengan harga kebutuhan yang terus naik sekarang ini. Belum lagi aku harus membiayai sekolah anak-anakku.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, di luar profesi guru, diam-diam aku menjadi pemulung, mengais rezeki di antara tumpukan sampah di belakang rumahku. Saat menjadi pemulung, yang terbayang hanya wajah anak isteriku. Mereka membutuhkan kehidupan dariku. Rasa lelah, lapar, coba aku singkirkan. Tak ada gunanya pula aku mengeluh, karena inilah jalan hidupku. Hasilnya juga lumayan buat memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga.&lt;br /&gt;Aku sadar, keputusanku ini tidak semua menyukainya, terutama dari mereka yang merasa pekerjaan ini tak pantas dilakukan seorang guru sepertiku. Bahkan tak jarang aku menerima cibiran. Mereka seperti tak mau mengerti, isteriku sudah dua tahun menderita sakit kanker otak, dan aku belum juga mampu membiayai operasi untuknya.&lt;br /&gt;Jumiati, isteri, adalah segalanya bagiku. Tak mampu kugambarkan bagaimana besar artinya dia buatku. 22 tahun ia dengan setia mendampingiku, tak ada bandingan, walau kini ia sedang tak berdaya karena sakit yang ia derita.&lt;br /&gt;Sejak isteri divonis menderita kanker otak dua tahun lalu, fikiranku memang tak tenang. Permintaan beberapa murid untuk diajar les tambahan, terpaksa tak bisa dipenuhi, aku tak bisa konsentrasi, Jumiati begitu berarti buat kami. Selagi sempat aku selalu ingin berada dekatnya, menikmati kebersamaan dengannya. Aku tak sanggup membayangkan kehilangan dia.&lt;br /&gt;Begitupun dengan ketiga anakku, mereka bak matahariku, sumber kekuatanku, karena mereka pula aku ikhlas menjalani kerasnya hidup ini. Si sulung, Hidayatul Aulia, telah lulus SMA, aku terharu ketika ia memutuskan tak kuliah, memberi jalan buat kedua adiknya meneruskan sekolahnya.&lt;br /&gt;Yang kedua Ridwan Abimanyu, saat ini sedang kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jurusan perbandingan agama, aku sangat bangga melihat semangat belajarnya. Lalu si bungsu Mirma Yunita, baru masuk pesantren dekat rumahku. Aku ingin kehidupan mereka kelak, lebih baik dari kami orang tuanya.&lt;br /&gt;Lingkungan tempat tinggal kami, sebenarnya tidak mendukung. Kotor dan tak baik buat kesehatan, paling tidak itulah yang kami sekeluarga rasakan. Tak hanya isteriku yang sakit, ketiga anakkupun sebenarnya mengalami gangguan kesehatan. Tapi kami memang tak punya pilihan. image&lt;br /&gt;Hidup ini memang sebuah perjalanan, penuh liku dan terjal. Andai saja aku punya pilihan, ingin rasanya aku pindah ke lingkungan yang lebih baik. Kadang aku seperti berkhayal, membayangkan kehidupan yang lebih baik. Tinggal di lingkungan yang bersih, memiliki rumah yang memadai. Dan, ah..sudahlah, aku sudah melupakan impianku diangkat menjadi pegawai negeri, walau kadang obsesi itu masih saja kerap melintas di benakku.&lt;br /&gt;Kini semua kupasrahkan kepada Tuhan. Bagiku, Tuhan telah berbuat yang terbaik untukku. Walau begitu, aku kerap mengadukan semua keluh kesahku kepadanya, aku menemukan kedamaian saat merasa dekat dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber :http://pakzam.blogguru.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3328482056847202279?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3328482056847202279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3328482056847202279' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3328482056847202279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3328482056847202279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/05/ketlusan-seorang-guru.html' title='Ketulusan Seorang Guru'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SgIj_gqLUkI/AAAAAAAAAEY/Rl9_wsm6-EA/s72-c/guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-3590474722965599224</id><published>2009-04-27T16:54:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T20:26:11.080-07:00</updated><title type='text'>Ketulusan Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SfZNN5IcoqI/AAAAAAAAAEQ/fRBL2DX8iOE/s1600-h/untitled2.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329532110109450914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SfZNN5IcoqI/AAAAAAAAAEQ/fRBL2DX8iOE/s320/untitled2.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kala saya sampai di tempat kos&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;dimana saya singgah untuk persiapan kuliah besok , saya ambil laptop yang senantiasa menemani kemana saya pergi. Ku tuangkan beberapa untaian kata yang memberi motivasi kepada saya untuk tetap ingat kepada sosok yng kini telah pergi. Inilah yang saya tulis, yang saya adaptasikan dari sebuah buku motivasi dan tulisan seorang dosen saya Prof.Dr Suharno, MM.Terimaksih Pak, Renungan pagi itu membuat saya terkesan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;............................&lt;br /&gt;Dan kini Anda dapat membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan kepada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km dari tempat tinggalnya. Kemudian keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyai kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, ” saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus , sedangkan harga bunga itu seribu rupiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu tersenyum dan berkata, ” ayo ikut, aku akan membelikannmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai bunga mawar merah, sekaligus memesan karangan bunga untuk di kiirimkan ke ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantarkan gadis kecil itu pulang kerumahnya. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, ” Ya tentu saja, maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berdua menuju ketempat yang ditunjukan oleh si gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum. Setelah sampai ketujuan gadis kecil itu meletakkan bunga di atas pemakaman yang masih basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hal ini hati pria itu menjadi terenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas ia kembali ke toko tadi dan membatalkan pengirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang di pesannya dan mengantarkan sendiri bunga untuk ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ada dalam pikiran Anda setelah membaca kalimat demi kalimat di atas, pastilah sama dengan apa yang ada dalam pikiran saya setelah saya menulis kalimat tersebut., yakni ingat akan satu sosok "malaikat" yang di kirimkan Allah untuk menjaga , melindungi dan mengasihi kita. Bahkan memberi nyanyian penghibur, tersenyum untuk kita setiap saat, dan kita akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia”.&lt;br /&gt;, memberi sebagian dirinya dikala kita haus, mengajarkan do’a agar kita dekat denganNya. Dialah sosok tua yang tak kenal lelah, tanpa pamrih tanpa memberi catatan harga apapun yang di lakukan untuk kita. Mari kita coba untuk kembali mengingat apa yang di korbankan untuk kita. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Renungilah ......., ingatlah wajahnya .............. sapalah namanya dalam do’a walau ia tidak di depan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ingatlah ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;Waktu kamu berumur 1 tahun&lt;/span&gt;, dia menyuapi dan memandikanmu ...&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;Waktu kamu berumur 2 tahun&lt;/span&gt;, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu kamu berumur 4 tahun&lt;/span&gt;, dia memberimu pensil warna ...&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu berumur 7 tahun&lt;/span&gt;, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6600cc;"&gt;Waktu kamu berumur 10 tahun&lt;/span&gt;, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai ke supermarket ... sebagai balasannya ... kamu keluar mobil tanpa memberi salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#6600cc;"&gt;Waktu kamu berumur 13 tahun&lt;/span&gt;, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya … sebagai balasannya.. kamu bilang dia tidak tahu mode&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu kamu berumur 15 tahun&lt;/span&gt;, pulang kerja dia ingin memelukmu ...&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu kamu berumur 18 tahun&lt;/span&gt;, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA.. sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu kamu berumur 19 tahun&lt;/span&gt;, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu&lt;br /&gt;ke kampus pada hari pertama ... sebagai balasannya ... kamu minta&lt;br /&gt;diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Waktu kamu berumur 20 tahun&lt;/span&gt;, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?".. sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih. Pingin tau urusan anak muda.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Waktu kamu berumur 25 tahun&lt;/span&gt;, dia membantumu membiayai pernikahanmu ..&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 200 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;Waktu kamu berumur 30 tahun&lt;/span&gt;, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu .....&lt;br /&gt;sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah beda.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kamu sudah jadi &lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;PEGAWAI&lt;/span&gt;, dia menelponmu untuk di antar ke acara syukuran salah satu saudara dekatmu ...&lt;br /&gt;sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk sekali,&lt;br /&gt;Banyak kerjaan kantor“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waktu kamu berumur 35 tahun&lt;/span&gt;, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu ...&lt;br /&gt;sebagai balasannya ...&lt;br /&gt;kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya&lt;br /&gt;dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba kamu&lt;br /&gt;teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu menghantam&lt;br /&gt;HATIMU bagaikan pukulan GODAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKA ..&lt;br /&gt;JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA .. BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA ORANG TUAMU SUDAH TIADA.. INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala waktu mulai mendesak…&lt;br /&gt;Kututup semua buku..&lt;br /&gt;Kutup pula laptop kecilku&lt;br /&gt;Kuuntai kata-kata.dalam kenangan&lt;br /&gt;Kutemukan jawabannya…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#3333ff;"&gt;KETULUSAN SEORANG IBU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;........... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kupersembahkan buat Anakku Tercinta, Fathurrohman, Fayadh Tsauqi dan si kecil cantik Nauroh Nadzifah.&lt;br /&gt;Sayangilah Ummi, sebagaimana Ummi telah menyayangi kalian.&lt;br /&gt;Buat Ummi TERIMAKSIH, kau sosok IBU idaman tak sedetikpun kau palingkan perhatian dari Anak-anak. Kau singkirkan kesibukkan demi perhatian penuh pada anak tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMAKSIH YA ROBBI KAU TELAH BERIKAN SEORANG IBU YANG PENUH KASIH SAYANG YANG KINI TELAH PERGI&lt;br /&gt;DAN KINI KAU HADIRKAN SEORANG ISTRI YANG BAIK DAN KELUARGA YANG PENUH KASIH SAYANG.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;!-- Facebook Badge START --&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Facebook Badge END --&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-3590474722965599224?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/3590474722965599224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=3590474722965599224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3590474722965599224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/3590474722965599224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/04/ketulusan-seorang-ibu.html' title='Ketulusan Seorang Ibu'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SfZNN5IcoqI/AAAAAAAAAEQ/fRBL2DX8iOE/s72-c/untitled2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3428859666841811116.post-2658295856826978925</id><published>2009-04-13T17:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-19T18:22:47.852-07:00</updated><title type='text'>Surat dari Sang Maha Pencipta</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SeWF430GORI/AAAAAAAAADg/xCADyiNCxzQ/s1600-h/036.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324809346537109778" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SeWF430GORI/AAAAAAAAADg/xCADyiNCxzQ/s320/036.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Call : &lt;span style="color:#000099;"&gt;0812 588 2988&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;Saat kau bangun di pagi hari, AKU memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKU. Walau hanya sepatah kata meminta kepadaKU atau bersyukur kepadaKU ata sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Tetap AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk bekerja. Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Di satu engkau duduku disebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU melihat engkau menggerakkan kakimu. AKU berpikir engkau akan berbicara kepadaKU, tetapi engkauberlari ke telepon, dan menelepon seseorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru. AKU melihatmu ketika engkau pergi bekeja dan AKU menanti dengan sabar dan sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang kesekeliling, mmungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja disekitarmu dan meliaht beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum mereka menyantap rizki yang AKU berikan, tapi engkau tidak melakukannya. Yah, tidak apa-apa masih ada waktu yang tersisa dan AKU beharap engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus engkau kerjakan. Setelah tugasmu selesai engkau nyalakan TV, AKU tidak tahu apakah ke=au suka nonton TV atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan waktu setap di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yang ditampilkan. Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi engkau tidak berbicara kepadaKU.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Saat tidur KU-pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU kau sebut. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. AKU sangat menyayangimu. Setiap hari AKU menantikan sepatah kata, Do’a, pikiran atau ucapan syukur dari hatimu. Baiklah, engkau bangun kembali dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberikanku sedikit waktu untuk menyapaKUTapi yang AKU tunggu.....ah, tak jua kau menyapaKU. Dari detik ke detik, dari menit-kemenit, dari jam ke jam, hingga hari berganti lagi, kau masih mengacuhkan AKU. Tak ada sepatah kata, tak ada seucap do’a dan tak ada rasa dan keinginan untuk bersujud kepadaKUApakah salahKU padamu??? Rizki yang AKU limpahkan, kesehatan yang AKU berikan, harta yang AKU relakan, makanan yang AKU hidangkan, anak-anak yang AKU rahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU? Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKU, memohon perlindunganKU, dan bersujud menghadapKU.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang selalu menyertaimu setiap saat&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;ALLAH SWT.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="left"&gt;motivasi d.maharani&lt;/div&gt;....................................................................&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Aku yang selalu melupakanMU&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Apa yang KAU katakan adalah benar, seringnya aku melupakanmu, karena alasan yang di buat-buat. kesibukan ini kesibukan itu sehingga waktu yang telah ENGKAU berikan kepadaku terlewatkan sudah, sepanjang hari sepanjang waktu tiada henti aku beraktivitas tapi setiap saat itu pula aku tak menyebutkan namaMU. Aku yang lalai .............., aku yang tak tahu diri, tapi ENGKAU tetap selalu menunggu dan menunggu aku yang tak diri ini ...... dengan kesabaran dan limpahan rahmatMU. Ya Allah .....  aku sadar berikan kesempatan kembali kepada ku.... waktu-waktuMU untuk kupergunakan dalam mengingatMU. Aku ingin bersimpuh dan bersujud di depanMU setiap saat walau aku dalam keadaan sesibuk apapun, apalagi hanya sekedar nonton TV. Ya Allah ....  jagalah aku dari kesibukan yang tak bermakna, dari kesibukan mengejar dunia, dari kesibukan fatamorgana.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3428859666841811116-2658295856826978925?l=www.dedihsuryadi.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/feeds/2658295856826978925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3428859666841811116&amp;postID=2658295856826978925' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2658295856826978925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3428859666841811116/posts/default/2658295856826978925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.dedihsuryadi.co.cc/2009/04/bimbel-cbee-brain.html' title='Surat dari Sang Maha Pencipta'/><author><name>Dedih Suryadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07752707089881670734</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='20' src='http://3.bp.blogspot.com/-y2la6VYLA_E/TtMqdMldcaI/AAAAAAAAAJg/xY_mK6LUYTk/s220/cBee2.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0xDdIZV1f6Y/SeWF430GORI/AAAAAAAAADg/xCADyiNCxzQ/s72-c/036.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
